Titik Awal Literasi Saya

“Tugas kalian adalah membuat karangan dengan tema Indonesia, ditulis di kertas folio bergaris dengan panjang karangan minimal satu halaman.”

Begitulah ucapan pelatih kepada kami, siswa-siswi kelas 1 SMP yang merupakan calon anggota paskibra. Kami meyakini tugas tersebut adalah salah satu syarat agar kami bisa dilantik keesokan harinya.

Mendengar tugas tersebut, saya merasa percaya diri bisa mengerjakannya. Sudah terbayang dengan jelas materi yang mau saya tulis: hal-hal positif dan negatif dari negeri ini. Sampai di rumah, saya segera mengambil kertas dan menuliskan segala hal yang ada di dalam kepala.

Continue reading “Titik Awal Literasi Saya”

Lomba Makan Kerupuk

Selamat ulang tahun Indonesia tercinta! Sudah dua kali nih kita semua tidak bisa merayakan hari kemerdekaan Indonesia bersama-sama. Semoga saja, tahun depan negara kita bisa merdeka dari “jajahan” Covid ya. Amin.

Kalau membicarakan hari kemerdekaan, kurang afdal rasanya apabila tidak membahas lomba-lomba tujuh-belasan. Cung siapa yang rindu dengan suasana tujuh-belasan? Atau mungkin ada yang kangen ikut lomba? Apa lomba yang paling kalian suka? Tarik tambang? Balap karung? Atau lomba memindahkan kelereng dengan sendok di mulut?

Continue reading “Lomba Makan Kerupuk”

Apresiasi dalam Komunitas Tercinta

Bulan Juli-Agustus ini mungkin adalah “bulannya saya”. Juli kemarin saya memiliki waktu yang cukup banyak untuk menulis dan melakukan hal-hal lain. Ada hikmahnya juga ya PPKM, Sena jadi lebih sering bermain bersama bapaknya sehingga saya bisa menulis dengan leluasa. Hal yang tak disangka-sangka, ternyata apa yang saya kerjakan di bulan Juli membuahkan hasil di bulan Agustus ini. Tanggal 6, saya dipilih sebagai pengulas terajin bulan Juli di komunitas Mamah Gajah Bercerita. Tanggal 8 kemarin, saya termasuk dalam 10 orang pemenang lomba “Ide Main Anak” yang diselenggarakan oleh ITBMh TV. Terakhir, tadi siang baru saja diumumkan bahwa tulisan saya yang Mengulang Kisah Bodor Masa Lalu meraih peringkat pertama dalam tantangan blogging Mamah Gajah Ngeblog. Alhamdulillah.

Continue reading “Apresiasi dalam Komunitas Tercinta”

Keberagaman Dalam Diri

Sejak dulu hingga sekarang, saya selalu bingung jika ditanya, Kamu orang mana? Saya selalu menjawab saya orang Sunda karena itulah yang tertulis di KTP saya. Namun, banyak dari mereka yang meragukan ke-sunda-an saya. Pertama, muka saya tidak terlihat seperti orang Sunda. Kedua, setiap diajak ngobrol bahasa Sunda, saya hampir selalu menjawab dengan bahasa Indonesia. Ketiga, kalaupun saya berbicara bahasa Sunda, logat saya bukan logat Sunda. Pada akhirnya, pertanyaan yang mungkin hanya sekadar basa-basi tersebut bisa berlanjut dengan cerita panjang-lebar tentang diri saya.

Continue reading “Keberagaman Dalam Diri”

Teman Bermain Sena

Saat saya harus tinggal di apartemen, saya sempat berpikiran bahwa saya dan Sena akan kesulitan mencari teman. Saya yakin kalian sudah tahu bagaimana antisosialnya orang-orang yang tinggal di apartemen. Pintu unit selalu tertutup seolah-olah penghuninya berkata, “Jangan ganggu saya!”. Mereka biasanya hanya keluar kalau ada perlu saja. Tidak mungkin kan kita cegat mereka hanya karena ingin berkenalan padahal mereka sudah ada urusan. Sungguh sulit bertetangga di lingkungan apartemen.

Namun, itu semua tidak terjadi di lingkungan apartemen saya. Saya tidak merasa kesepian karena saya memiliki banyak kenalan. Sebagai gambaran saja, apartemen ini memiliki kurang lebih 6.000 unit. Anggaplah hanya seperempatnya yang dihuni, berarti minimal ada 1.500 orang dalam kompleks apartemen, belum termasuk pedagang, staf, security, dan lainnya. Jumlah yang banyak, kan? Saya memang tidak kenal dengan penghuni unit kanan-kiri saya, tetapi saya bisa menyapa banyak orang ketika berada di area publik seperti di pasar, foodcourt, maupun playground.

Continue reading “Teman Bermain Sena”